Diposkan pada Pemrograman, PHP, SQL

SQL

Halooo, ketemu lagi nih. Pembahasan hari ini yaitu mengenai SQL

Nah SQL atau structured query languange adalah suatu statement atau pernyataan atau perintah standart yang digunakan untuk keperluan administrasi database.

Ada banyak software database yang mendukung SQL ini loh kawan. Software database  ini disebut juga SQL based DBMS (Database Management System). Beberapa di antaranya adalah MySQL, Oracle, MS. Access, MS. SQL, SQL Server dll.

Dalam hal ini software database yang digunakan adalah MySQL.  Mengapa  MySQL  yang  digunakan?  Ya…  karena  MySQL  adalah  DBMS  yang bersifat free alias gratis namun kehandalannya  tidak kalah dengan DBMS yang tidak free.

Tentang Database

Database itu  ibaratnya  seperti  sebuah  lemari  kabinet.  Dalam  lemari  kabinet  terdapat beberapa laci yang di dalamnya terdapat beberapa dokumen file atau data. Laci inilah yang diumpamakan tabel dari database dan dokumen  file atau data yang tersimpan dalam laci ibaratnya merupakan data atau record dari database. Bisa membayangkan? 😀

Di dalam sebuah database tidak hanya terdiri dari satu tabel loh, bisa terdapat lebih dari satu tabel.

Pada sebuah  tabel,  terdapat  unsur yaitu kolom  dan baris, seperti  halnya  tabel-tabel umum yang Anda kenal. Kolom pada database disebut juga field, dan barisnya disebut record.

Tentang PhpMyAdmin

Terkadang  dalam  mengatur  atau pengadministrasian  database  sangatlah  repot. Misalnya  membuat  database,  membuat  tabel,  mengubah  struktur  tabel,  menyimpan data ke database, mengedit data, menghapus data dsb.

Nah…   khusus   MySQL   terdapat   software   khusus   yang   dapat   dipergunakan   untuk pengadministrasian database supaya mudah dilakukan. Software ini bernama PhpMyAdmin.  Software  ini  merupakan  web  based  software  yang  dijalankan  melalui URL: http://localhost/phpmyadmin

Apabila kita menggunakan  AppServ atau XAMPP  maka ketika dipanggil URL di atas akan langsung masuk ke PhpMyAdmin.

Catatan:

Sebelum  masuk  ke  PhpMyAdmin  biasanya  kita  disuruh  memasukkan  username  dan password.  Username  dan  password  ini  sesuai  dengan yang pernah kita masukkan sewaktu proses instalasi AppServ.

Tampilan PhpMyAdmin

sqll.PNG

Membuat Database

Untuk membuat database baru dengan PhpMyAdmin, caranya adalah isikan nama database yang akan kita buat ke dalam bagian kotak CREATE NEW DATABASE lalu klik tombol CREATE.

Sebagai contoh kita membuat database dengan nama: ‘perpustakaan’

Tips: sebaiknya nama database jangan mengandung spasi.

sql

Membuat Tabel

Setelah database dibuat, selanjutnya kita bisa membuat tabel. Untuk membuat tabel baru dalam database yang telah kita buat caranya ketikkan nama tabel yang akan dibuat pada bagian CREATE NEW TABLE ON DATABASE XXX. ‘XXX’ di sini merupakan nama databasenya.

Selain itu masukkan pula jumlah fieldnya. Oleh karena itu sebaiknya sebelum proses pembuatan tabel hendaknya kita rancang terlebih dahulu nama-nama fieldnya sesuai yang dibutuhkan.

Dalam contoh ini andaikan kita akan membuat tabel ‘kategori_buku’

Tips: seperti halnya membuat nama database, untuk nama tabel juga sebaiknya jangan gunakan spasi.

Untuk tabel ‘kategori_buku’ misalnya kita desain seperti di bawah ini:

Tabel   : kategori_buku

Field    : kode_kat    varchar(5)           PRIMARY KEY nama_kat               varchar(20)

Keterangan:

Dalam tabel ‘kategori buku’ terdapat 2 buah field yaitu ‘kode_kat’ dan ‘nama_kat’. Field ‘kode_kat’  nanti  berisi  kode  kategori  dari  buku-buku  yang  tersimpan  dalam perpustakaan dan ‘nama_kat’ merupakan penjelasan yang berisi nama kategori terkait dengan  kode  kategorinya.  Misalnya  kode  kategori  buku  ‘X10’  itu  merupakan  kode kategori untuk buku tentang ‘MATEMATIKA’.

Varchar merupakan tipe data dari fieldnya. Tipe data ini harus dimiliki setiap field yang akan dibuat. Tipe data ini menentukan jenis atau sifat data yang akan disimpan dalam field tersebut. Terdapat beberapa tipe data yang bisa dipilih, yaitu

 

sql3

Catatan:

Khusus untuk varchar harus diberikan lebar size yang diinginkan, misalnya suatu field bertipe varchar(5). Maksud 5 di sini adalah banyak karakter yang bisa disimpan dalam field tersebut adalah 5 buah.

PRIMARY KEY adalah fitur yang ada dalam DBMS yang dapat digunakan untuk menjamin bahwa sebuah data itu tunggal. Dalam contoh di atas PRIMARY KEY diberikan pada field ‘Kode Kategori’. Tentu kita tahu bahwa suatu kode kategori buku   itu bersifat tunggal atau tidak boleh ada kode yang sama, seperti halnya kode karyawan atau kode mahasiswa. Bila suatu field sudah dijadikan PRIMARY KEY maka tidak mungkin ada data yang  sama  pada field  tersebut.  Apabila  kita  masukkan  kode  yang  sama,  maka  akan ditolak oleh sistem.

Setelah kita rancang tabelnya, kita bisa membuatnya. Berikut ini caranya:

1. Isikan nama tabel di kotak CREATE NEW TABLE ON DATABASE …

Dalam kasus ini masukkan ‘kategori_buku’

2. Masukkan jumlah field dari tabel yang akan dibuat pada NUMBER OF FIELDS

Dalam kasus ini masukkan ‘2’

3. Klik GO

sql1

 

Setelah itu masukkan nama-nama field dan tipe datanya nya pada form yang muncul berikutnya

sql2

 

Memasukkan Data/Record ke Tabel

Untuk memasukkan sebuah record ke tabel, perintah SQL nya adalah berikut ini

INSERT INTO nama_tabel (field1, field2, …) VALUES (data1, data2, ..);

Sebagai contoh misalkan kita akan memasukkan record kode kategori: ‘X001’ dan nama kategori: ‘MAJALAH’ ke tabel ‘kategori_buku’, maka perintahnya

INSERT INTO kategori_buku (kode_kat, nama_kat) VALUES (‘X001’, ‘MAJALAH’);

Catatan Penting:

Khusus  field  yang  bertipe  VARCHAR,  TEXT,  DATE,  TIME,  dan BLOB,  value  yang  akan dimasukkan  ke  tabel  harus  diapit  dengan  tanda  petik  tunggal,  misal  ‘X001’.  Namun untuk field bertipe data bilangan (INT, FLOAT) tanpa menggunakan tanda petik.

Dimanakah kita menuliskan perintah SQLnya? Ya… caranya adalah klik terlebih dahulu nama database yang kita gunakan pada kolom sebelah kiri dari PhpMyAdmin, dalam hal ini klik pada nama database ‘perpustakaan’

sqlll

 

Lalu klik tombol SQL pada menu atas PhpMyAdmin

sqllll

 

Kemudian tulis perintah SQL pada kotak ‘RUN SQL QUERY/QUERIES ON DATABASE …’

sql0

 

Selanjutnya klik GO.

Kita dapat menuliskan perintah atau query SQL lebih dari satu sekaligus.

Untuk melihat record yang telah tersimpan ke dalam tabel, caranya klik nama tabel yang mau dilihat recordnya pada sisi kiri PhpMyAdmin

0

 

Lalu klik menu BROWSE pada bagian atas PhpMyAdmin

1

 

Selanjutnya akan muncul semua record yang telah disimpan pada tabel tersebut

2

 

Sebagai latihan coba masukkan record-record berikut ini ke dalam tabel masing-masing menggunakan query SQL.

Tabel ‘kategori_buku’

Kode Kategori Nama Kategori
X002 REFERENSI
X003 SURAT KABAR
X004 JURNAL ILMIAH

Tabel ‘tabel_buku’

Kode Buku

 

Judul Buku

 

Kode

Kategori

Pengarang

 

Penerbit

 

Th. Terbit

 

B001

 

Pemrograman

Pascal

X002

 

Mr. X

 

PT. A

 

2003

 

B002

 

Pemrograman PHP X002

 

Mr. Y

 

PT. A

 

2004

 

B003

 

Kompas (Edisi X 2006) X003

 

 

 

2006

 

B004

 

Sains

Matematika

(Edisi XI 2008)

X004

 

 

LIPI

 

2008

 

B005

 

Tempo (Edisi XI 2008 X001

 

 

PT. B

 

2008

 

 

Mengedit Record

Apabila kita ingin mengedit record, perintah SQL nya adalah:

UPDATE nama_tabel SET field1 = value, field2 = value, … [WHERE syarat]

Dalam hal ini WHERE merupakan syarat yang bersifat optional. Bila WHERE tidak diberikan, maka proses update data diberikan ke semua record.

Contoh:

Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B001’ menjadi 2010.

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2010 WHERE kode_buku = ‘B001’;

Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B002’ menjadi 2004 sekaligus mengedit kode kategorinya menjadi ‘X002’.

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2004, kode_kat = ‘X002’ WHERE kode_buku = ‘B002’;

Perintah SQL untuk mengubah judul buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003 menjadi ‘XXX’.

UPDATE tabel_buku

SET judul_buku = ‘XXX’

WHERE thn_terbit = 2003 AND penerbit = ‘PT. A’;

Catatan:

Selain operator logika AND, kita juga bisa menggunakan OR sebagai operator logika ‘atau’.

Perintah  SQL  untuk  mengubah  nama  penerbit  menjadi  PT.  C dari semua  buku yang tahun terbitnya di atas 2004.

UPDATE tabel_buku

SET penerbit = ‘PT. C’ WHERE thn_terbit > 2004;

Catatan:

Untuk operator relasional, kita bisa menggunakan tanda =, >, >=, <=, <> (tidak sama dengan)

Perintah SQL untuk mengubah tahun terbit buku menjadi 2005 semuanya

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2005;

Menghapus Record

Sebuah record atau beberapa record dapat dihapus dari tabel dengan perintah SQL

DELETE FROM nama_tabel [WHERE syarat];

Contoh:

Perintah SQL untuk menghapus data buku yang berkode ‘B001’

DELETE FROM tabel_buku WHERE kode_buku = ‘B001’;

Perintah SQL untuk menghapus data buku dari penerbit PT. A yang tahun terbitnya 2004

DELETE FROM tabel_buku WHERE penerbit = ‘PT. A’ AND thn_terbit = 2004;

 

Tentang SQL SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk mencari data atau menampilkan data pada field-field tertentu. Sintaksnya adalah :

SELECT field1, field2, … FROM nama_tabel [WHERE syarat ] [ORDER BY field DESC|ASC];

Keterangan:

ORDER BY digunakan untuk mensorting hasil data yang ditampilkan berdasarkan field tertentu baik secara DESCENDING atau ASCENDING.

Contoh:

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku dan judul buku) dari buku yang minimal terbit pada tahun 2003.

SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE thn_terbit >= 2003;

Perintah SQL untuk menampilkan data (untuk semua field) dari buku yang diterbitkan oleh PT. A

SELECT *

FROM tabel_buku

WHERE penerbit = ‘PT. A’;

Perintah  SQL  untuk  menampilkan  data  (kode  buku,  judul  buku,  tahun  terbit)  yang diurutkan  berdasarkan  tahun  terbit  mulai  dari  yang  paling  terbaru  sampai  dengan terlama.

SELECT kode_buku, judul_buku, thn_terbit

FROM tabel_buku

ORDER BY thn_terbit DESC;

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku dan nama kategori buku) dari buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003.

Untuk hal ini, kita harus bekerja di dalam 2 buah tabel sekaligus. Kode buku dan judul buku diperoleh dari tabel ‘tabel_buku’, sedangkan nama kategori diperoleh dari tabel ‘kategori_buku’.

Kedua tabel saling berhubungan karena masing-masing  terdapat field bernama ‘kode kategori’ atau ‘kode_kat’.

SELECT tabel_buku.kode_buku, tabel_buku.judul_buku, kategori_buku.nama_kat

FROM tabel_buku, kategori_buku

WHERE tabel_buku.kode_kat = kategori_buku.kode_kat AND tabel_buku.penerbit = ‘PT. A’ AND tabel_buku.thn_terbit = 2003;

Perintah SQL  untuk  menampilkan  kode  buku  dan  judul  buku,  yang  judul  bukunya mengandung kata ‘MATEMATIKA’

SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA%’;

Perintah SQL untuk menampilkan  kode buku dan judul buku, yang kata depan judul bukunya adalah ‘MATEMATIKA’

SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘MATEMATIKA%’;

Perintah  SQL  untuk  menampilkan  kode  buku  dan  judul  buku,  yang  judul  bukunya berakhiran dengan kata ‘MATEMATIKA’

SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA’;

Penggunaan Aggregate Function

Kita juga bisa menggunakan function yang sudah disediakan oleh MySQL, seperti AVG() untuk  menghitung  rata-rata  nilai,  MAX()  untuk  menghitung  nilai  maksimum, MIN() untuk  mencari  nilai  minimum,  COUNT()  untuk  menghitung  cacah  data,  SUM() untuk menjumlahkan nilai dari beberapa data.

Contoh:

Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang ada di dalam database:

SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku;

Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang memiliki kode kategori ‘X002’:

SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku WHERE kode_kat = ‘X002’;


Untuk pembahasan mengenai SQL lebih lanjut bisa cek di postingan selanjutnyaa..

Terimakasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.

Diposkan pada Pemrograman, PHP

SOAL FUNCTION. TERAKHIR…!!

1. Di SMA tentu telah mengenal rumus kombinasi  C(m,  n)  kan?  C(m,  n) dirumuskan dengan

function1.png

Simbol ! menunjukkan faktorial.Sebagai contoh, 5! = 5 x 4 x 3 x 2 x 1 = 120.

Nah.. buatlah script PHP untuk menghitung nilai C(m, n) dengan m dan n nya suatu input, dimana m ≥ n.

Dalam  hal  ini  buatlah  sebuah  function  yang  khusus  untuk  menghitung  nilai faktorial   suatu   bilangan.   Selanjutnya   gunakanlah   function   tersebut   untuk menghitung C(m, n).


2. Buatlah script untuk menghitung jumlah bilangan ganjil antara 10 dan 123456. Gunakan function  untuk  mengecek  apakah  suatu  bilangan  termasuk  bilangan ganjil atau tidak.


3. Buatlah script untuk mencari selisih jumlah detik dari dua waktu yang berbeda. Format input waktu harus dalam bentuk hh:mm:ss

Contoh:

Waktu 1 = 12:03:10

Waktu 2 = 13:03:20

Selisih kedua waktu adalah 3610 detik.

Petunjuk: Anda dapat gunakan function explode() untuk memecah waktu ke dalam satuan jam, menit dan detik untuk perhitungan.


4. Misalkan dalam  suatu  kelas  terdapat  5  orang  siswa  dengan  nama  dan  NIS sebagai berikut

NIS Nama Siswa
A001

A002

A003

A004

A005

Agus

Budi

Amir

Acong

Siti

Buatlah  sebuah  form  untuk  memasukkan  nilai  ujian  1  dan  ujian  2  pelajaran Matematika kelima siswa tersebut. Selanjutnya tampilkan data NIS, Nama Siswa dan Rata-rata Ujiannya, dan urutkan berdasarkan Rata-rata Ujiannya mulai dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.

Contoh Tampilan Form Input Nilai

function2.PNG

Petunjuk:

Data NIS dan Nama Siswa disimpan dalam array, begitu pula dengan nilai rata- ratanya. Selanjutnya sort berdasarkan nilai rata-rata (gunakan array_multisort()) lalu tampilkan.


5. Suatu perusahan   X,  terdapat   10  orang   karyawan   dengan   NIK  dan  Nama Karyawannya sebagaimana tampak pada tabel berikut ini

NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun)
K01001 A 20
K01002 B 18
K03001 C 12
K03002 D 12
K03003 E 10
K04001 F 8
K04002 G 11
K04003 H 9
K04004 I 7
K04005 J 14

Perhatikan  kode  NIK  di  atas.  Digit  ke  2  dan  3  menunjukkan  posisi  karyawan dalam perusahaan. ‘01’ berarti di bagian keuangan, ‘03’ di bagian HRD dan ‘04’ di bagian maintenance.

Buatlah script PHP untuk menampilkan gaji setiap karyawan dengan ketentuan sbb:

Jika  karyawan  di  bagian  keuangan,  maka  gaji  pokoknya:  Rp.  2.000.000,-.  Di bagian HRD gaji pokoknya Rp. 1.900.000,- dan di maintenance gaji pokoknya Rp.1.950.000,-.

Selain itu masih ditambah tunjangan sesuai masa kerjanya.

Jika  masa kerja  > 15 tahun  maka  tunjangannya  Rp. 500.000,-  Sedangkan  jika masa kerja 10 s/d 15 tahun, tunjangannya Rp. 300.000,-. Dan jika masa kerjanya di bawah 10 tahun tunjangannya Rp. 100.000,- Untuk format tampilan, gunakan tabel berikut ini

NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun) Gaji Kotor
K01001 A 20 Rp. XXX,-
K01002 B 18 Rp. XXX,-
K03001 C 12 Rp. XXX,-
K03002 D 12 Rp. XXX,-
K03003 E 10 Rp. XXX,-
K04001 F 8 Rp. XXX,-
K04002 G 11 Rp. XXX,-
K04003 H 9 Rp. XXX,-
K04004 I 7 Rp. XXX,-
K04005 J 14 Rp. XXX,-
Total Rp. XXX,-

Catatan: Gunakan format angka gaji sesuai format Rp. XXX.XXX.XXX,-


6. Berdasarkan data  karyawan  yang  ada  pada  soal    5,  buatlah  script  untuk menampilkan   data   karyawan   (NIK,   nama   dan   masa   kerja)   dan   jumlah karyawannya dari ketentuan sbb:

  1. Karyawan di bagian ‘HRD’ yang masa kerjanya di atas 15 tahun
  2. Karyawan di bagian ‘maintenance’ atau ‘keuangan’ yang masa kerjanya 10 tahun s/d 15 tahun

Gunakan  Radiobutton  untuk  proses  switching  tampilan  sebagaimana  contoh form berikut ini.

Data Karyawan

function3

Diposkan pada Pemrograman, PHP

BUILT IN FUNCTIONS

Lanjutan dari postingan sebelumnya… Emmm aku kasih tau nih bab ini pembahasan terakhir mengenai pemrograman php loh jadi untuk postingan selanjutnya sudah membahas bab SQL, tapi sebelumnya terdapat contoh soal mengenai function php.


Built in functions itu merupakan fungsi yang telah ada atau disediakan oleh php.

Berikut ini beberapa built in functions yang sudah ada dalam PHP berdasarkan kategori penggunaannya.

Mathematics Built in Functions

1.

abs()

Untuk menghitung nilai mutlak atau absolute

Contoh:

<?php
$bil = -10;
echo abs($bil);  // menghasilkan 10
?>

 

2.

ceil()

Untuk membulatkan ke atas suatu bilangan real

Contoh:

<?php
$bil = 19.1;
echo ceil($bil);  // menghasilkan 20
?>

 

3.

floor()

Untuk membulatkan ke bawah suatu bilangan real

Contoh:

<?php
$bil = 19.5;
echo floor($bil);  // menghasilkan 19
?>

 

4.

max()

Mencari nilai terbesar dari suatu data bertipe array

Contoh:

<?php
$data = array(19, 23, 11, 45);
$max = max($data);
echo "Nilai max = ".$max;  // menghasilkan 45
?>

 

5.

min()

Mencari nilai minimum dari suatu data bertipe array

 

6.

mt_rand(x, y)

Untuk menghasilkan bilangan bulat random antara x s/d y.

Contoh:

<?php
$random = mt_rand(4, 10); // menghasilkan bilangan random antara 4 s/d 10 
echo $random;
?>

 

7.

pow(x, y)

Digunakan untuk mencari hasil x pangkat y.

Contoh:

<?php
$hasil = pow(4, -5); // menghitung 4 pangkat -5 
echo $hasil;
?>

 

8.

round()

Membulatkan bilangan real ke bawah bila desimal di belakang komanya kurang dari 0.5, dan  membulatkan  ke  atas  bila  desimal  di  belakang  komanya  lebih dari  atau  sama dengan 0.5.

Contoh:

<?php
echo round(10.23);  // menghasilkan 10 
echo round(10.6);  // menghasilkan 11 
echo round(-10.2);  // menghasilkan -10
?>

 

Array Built in Functions

Berikut  ini  beberapa  function  yang  bisa  digunakan  untuk  mengolah data  berbentuk array

1.

array_multisort()

Digunakan  untuk  mensorting  beberapa  array  terkait  sekaligus.  Bisa juga  digunakan untuk mensorting dalam sebuah array saja. Sintaks dari penggunaan array_multisort() adalah array_multisort(x, metode, a, b, c, …);

dengan ‘x’ adalah array yang digunakan sebagai acuan dalam sorting, ‘metode’ adalah metode yang digunakan sorting (ascending atau descending), dan a, b, c,… adalah array lain yang ikut disorting.

Contoh:

Script berikut ini akan mengurutkan data mahasiswa (NIM dan NAMA) berdasarkan NIM dari 2 buah array yang bersesuaian secara ascending.

<?php
$nim = array("M0197002","M0197004","M0197001","M0197008","M0197003");
$nama = array("Amir","Joko","Budi","Siti","Agus"); 
array_multisort($nim, SORT_ASC, $nama);
for ($i = 0; $i <= count($nim)-1; $i++)
{
echo $nim[$i]. " " .$nama[$i]. "<br>";
}
?>

Keterangan:

Untuk sorting secara descending, gunakan parameter SORT_DESC

 

2.

array_rand()

Digunakan untuk mengambil salah satu elemen dari array secara random

Contoh:

<?php
$bil = array(3, 1, 4, 5, 2, 6);
$ambilAcak = array_rand($bil); echo $ambilAcak;
?>

 

3.

array_reverse()

Digunakan untuk membalik urutan data dalam array

Contoh:

<?php
$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");
$balik = array_reverse($data);
foreach($balik as $index => $buah)
{
echo $buah. "<br>"; // menampilkan apel, jeruk, jambu, mangga
}
?>

 

4.

array_search()

Digunakan untuk mencari nomor urut elemen tertentu dalam array (dimulai dari 0) Contoh:

Script berikut ini akan mencari nomor urut elemen dari data ‘jambu’ dalam array buah

<?php
$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");
$no = array_search("jambu", $data); echo $no;  // akan menampilkan 1 (nomor urut elemen dalam array)
?>

 

5.

count()

Digunakan untuk menghitung jumlah elemen yang ada dalam suatu array.

 

String Built in Functions

1.

explode()

Digunakan untuk memecah suatu string ke dalam array berdasarkan karakter tertentu.

Contoh:

<?php
$date = "20-01-2009";
$pecah = explode("-", $date);   // memecah string berdasarkan karater ‘-’ 
echo "Tanggal : ". $pecah[0]; // menampilkan 20 
echo "Bulan : ". $pecah[1];   // menampilkan 01 
echo "Tahun : ". $pecah[2];  // menampilkan 2009
?>

 

2.

md5()

Digunakan untuk mengenkripsi (hashing) suatu string. Biasanya function ini digunakan untuk keperluan enkripsi password login ke suatu aplikasi. Hasilnya adalah suatu string yang tidak dapat dibaca dengan panjang 32 karakter

<?php
$passwordAsli = "hello";
$passwordEnkrip = md5($passwordAsli);
echo $passwordEnkrip;  // menampilkan ‘5d41402abc4b2a76b9719d911017c592’ 
?>

Keterangan:

Tidak ada function untuk membalik dari hasil md() ke string asli.

 

3.

number_format()

Memformat angka dengan mengelompokkan berdasarkan ribuan.

Contoh:

Berikut  ini  contoh  script  untuk  menyajikan  angka  Rp.  1002372 menjadi  bentuk Rp. 1.002.372,-

<?php
$harga = 1002372;
$formatted = number_format($harga, 0, "", "."); 
echo "Harganya Rp. ".$formatted. ",-";
?>

Keterangan:

Parameter pertama dari number_format() menunjukkan bilangan yang akan diformat, parameter  kedua  menunjukkan  jumlah  digit  desimal  di  belakang  koma,  parameter ketiga  menunjukkan   tanda  pemisah   untuk   digit  desimal   di  belakang   koma,   dan parameter keempat menunjukkan tanda pemisah untuk ribuan.

Contoh:

Berikut ini contoh  script untuk menyajikan  bilangan  real 123456789.111111  menjadi bentuk  123.456.789,111  (tanda  pemisah  desimal  menggunakan  koma,  jumlah digit desimal sebanyak 3 dan menggunakan tanda titik untuk pemisah ribuan)

<?php
$bil = 123456789.111111;
$formatted = number_format($bil, 3, ",", "."); 
echo "Bilangannya ".$formatted;
?>

 

4.

str_replace()

Digunakan untuk mereplace suatu substring dengan substring lain dalam string.

Contoh:

Script berikut ini akan mengganti substring ‘be’ menjadi ‘bi’

<?php
$kalimat = "saya ingin bebas seperti burung beo"; 
$replace = str_replace("be", "bi", $kalimat); 
echo $replace;  // menampilkan ‘saya ingin bibas seperti burung bio’
?>

 

5.

strip_tags()

Digunakan   untuk   menghilangkan   tag   HTML   dalam   suatu   string.   Biasanya untuk keamanan dalam form guna mencegah disisipkannya tag-tag HTML yang bisa merusak halaman web.

<?php
$string = "<font face='verdana' size='2'>Hello world</font>";
$hilangkanTag = strip_tags($string); 
echo $hilangkanTag;  // akan menghasilkan ‘Hello World’ 
?>

 

6.

strlen()

Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dari suatu string

Contoh:

<?php
$kata = "Hello World"; 
$jumKarakter = strlen($kata); 
echo $jumKarakter;   // akan menghasilkan 11 (spasi ikut dihitung)
?>

 

7.

strtolower()

Digunakan untuk mengubah semua huruf penyusun string menjadi huruf kecil

Contoh:

<?php
$kata = "Rosihan Ari Yuana"’; 
$kecil = strtolower($kata); 
echo $kecil;  // menghasilkan ‘rosihan ari yuana’
?>

 

8.

strtoupper()

Merupakan kebalikan strtolower()

 

9.

substr_count()

Menghitung jumlah substring dalam suatu string

Contoh:

<?php
$lagu = "topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar, bukan topi saya";
$hitungTopi = substr_count($lagu, "topi"); 
echo $hitungTopi;   // akan menghasilkan 3.
?>

 

10.

substr()

Mengambil sejumlah karakter substring dari suatu string

Contoh:

Script berikut ini akan  mengambil  tahun angkatan  mahasiswa  dari NIM ‘M0197001’, dimana tahun angkatan terletak pada digit ke 4 dan 5 dari NIM (dalam hal ini tahun angkatannya adalah 97)

<?php
$nim = "M0197001";
$angkatan = substr($nim, 3, 2);
echo $angkatan;   // menghasilkan 97 
?>

Keterangan:

Parameter   pertama   dari   substr()   menunjukkan   string   aslinya.   Parameter   kedua menunjukkan posisi awal substring yang akan diambil (dihitung mulai 0 dari karakter paling kiri string),  dan parameter ketiga menunjukkan  jumlah karakter  subtring yang akan diambil.

Sehingga  dari  contoh  di  atas,  karena  posisi  awal  tahun  angkatan  itu  terletak  pada karakter  ke-3  dari  string  NIM,  dan  tahun  angkatan  ini  terdiri  dari  2  karakter  maka perintahnya adalah substr($nim, 3, 2).


Alhamdulillah sudah selesai pembahasan kita mengenai function pada PHP. Untuk selanjutnya terdapat beberapa contoh soal. Jangan lupa dicoba ya.. Selamat berlatih. Tetap semangat.

Diposkan pada Pemrograman, PHP

KEPOIN FUNCTION

Halo haloooo…. Kita ketemu lagi nih.. Kali ini topik pembahasannya mengenai function.. Pingin tau function itu apa?? Yuk simak..


Sebelum kita membahas pengertian function dalam pemrograman ini, kita bisa mengibaratkan function dalam suatu pengaturan organisasi, nah dalam suatu organisasi itu biasanya perlu dibentuk semacam bagian-bagian kerja atau divisi yang spesifik kerjanya. Sebagai contoh misalkan dalam suatu organisasi ada divisi humas yang tugasnya spesifik mengurusi masalah kehumasan, divisi HRD yang khusus menangani masalah SDM dan pengembangannya, serta divisi-divisi yang lain.

Mengapa  dalam  pengaturan  organisasi  perlu dibentuk  divisi  atau suborganisasi  yang lebih  kecil  dalam  kinerjanya? tujuannya  adalah  agar kinerja lebih efisien.

Jika kita mengadopsi hal di atas, dalam  hal  ini  sebuah  program ibaratnya sebuah organisasi besar. Sedangkan Anda (programmer) sebagai ketua organisasinya. Dengan dibuatnya suatu subprogram yang memiliki tugas atau kerja yang spesifik maka dapat membawa ke efisiensi dan efektifitas kerja dari program atau script tersebut. Sekaligus, Anda pun akan lebih mudah dalam mengatur proses programnya.

Perhatikan contoh script berikut ini yang digunakan untuk menghitung operasi

1. Untuk menghitung operasi

function

Program :

<?php

// menghitung 3 pangkat 4

$hasil_a = 1; for ($i = 1; $i <= 4; $i++) { $hasil_a = $hasil_a * 3; }

// menghitung 10 pangkat 3

$hasil_b = 1; for ($i = 1; $i <= 3; $i++) { $hasil_b = $hasil_b * 10; }

// menghitung 4 pangkat 5

$hasil_c = 1; for ($i = 1; $i <= 5; $i++) { $hasil_c = $hasil_c * 4; }

// hitung hasil terakhir

$hasil = $hasil_a * $hasil_b / $hasil_c;

echo $hasil;

?>

Secara umum, bentuk function adalah seperti di bawah ini

function nama_function(parameter)

{

..

..

return variabel;

}

Keterangan:

Setiap function  harus  memiliki  nama function.  Nama function ini nantinya akan dipanggil oleh program utama bila akan digunakan. Parameter di sini sifatnya optional. Parameter ini ibaratnya input yang akan diolah oleh function.

Sedangkan   return   variabel   merupakan   perintah   untuk   memberikan   hasil   setelah dikerjakan oleh function. Dalam hal ini perintah return variabel ini juga bersifat optional.

Kapan return variabel ini digunakan? Dan kapan tidak perlu digunakan? return variabel ini perlu digunakan bila hasil dari pengolahan function ini akan digunakan untuk proses yang lain dalam program. Sedangkan bila hasil dari function tidak akan digunakan oleh program, maka tidak perlu diberikan perintah ini.

berikut  ini  contoh  function  yang tidak  perlu  menggunakan  return.  Script berikut ini hanya sekedar menampilkan suatu string melalui sebuah function.

<?php

function tulis($x)

{

echo "Anda menampilkan ". $x . "<br>";

}

tulis("Hello World.."); tulis("Apa kabar?");

?>

Sebuah function dapat kita create sendiri , namun dapat pula kita langsung gunakan karena sudah disediakan oleh PHP. Function yang sudah disediakan oleh PHP ini selanjutnya disebut built in functions.

BERSAMBUNG……………………………..


Itu tadi penjelasan singkat mengenai function… Eiittt tapi ini belum selesai loh ya masih ada uraian tentang built functions, sengaja nih aku sendiriin biar ngga terlalu banyak isinya hehe, masih lanjutan function kok. Untuk penjelasan selanjutnya bisa klik postingan BUILT IN FUNCTIONS. Oke terimakasih banyak… ^_^

Diposkan pada Pemrograman, PHP

SOAL COOKIE

SELAMAT BERLATIH KAWAN-KAWAN


1. Membuat sebuah halaman web berisi sebarang konten yang bisa menginformasikan nama pengunjungnya, kapan kunjungan terakhir. Bila seseorang  baru  pertama  kali  mengunjungi  halaman  web  tersebut,  maka akan muncul  form  untuk  memasukkan  nama  pengunjung.

Berikut  ini  contoh gambarannya:

Misalkan ada seorang seseorang bernama AGUS sedang membuka halaman web tersebut   untuk   pertama   kalinya   pada   tanggal   20/4/2009   melalui   laptop pribadinya dan mengisi namanya pada form nama pengunjung yang disediakan. Selanjutnya  bila si AGUS  tadi membuka  kembali  halaman  web  tersebut  pada tanggal  29/4/2009  dengan laptop yang sama, maka form untuk memasukkan nama  pengunjung  tidak  akan  muncul  melainkan  muncul  keterangan:  “Terima kasih AGUS atas kunjungannya  kembali  ke halaman  ini. Anda terakhir mengunjungi halaman ini pada tanggal 20/4/2009”.

Menggunakan COOKIE untuk menyelesaikan kasus di atas!


2. Membuat sistem login dan autentifikasi halaman web seperti halnya tugas di Bab 13. Namun untuk tugas kali ini membuat dengan menggunakan COOKIE.